Allah tetap memancarkan cahaya matahari tanpa memperhitungkan berbagai pengkhianatan manusia terhadap-Nya. Allah ”berpuasa” menahan diri dari murka-Nya terhadap manusia. Puasa adalah ”milik khusus” di haribaan-Nya. Sampai- sampai Ia mengorbankan diri-Nya seakan-akan Ia butuh sesuatu dari ibadah puasa manusia, padahal puasa merupakan proses dasar pembebasan dan penyelamatan manus…